Sejak adik saya Ina menetap
di Denpasar Bali jadi punya keinginan buat datang ke Pulau Dewata. Jadi kalau
orang-orang tanya “enak banget plesiran ke Bali’ jawabnya “engga plesiran koq ke
Bali nengok adik disana” hehehe..padahal sich yach tujuannya emang pengen
mengunjungi Bali, pengen tau Bali itu seperti apa sich, katanya pemandangannya
Bagus sampai turis mancanegara banyak banget berkunjung kesana. Terusnya mumpung
juga ada adik disana, jadi ada tempat untuk menginap, cari gratisan
donk. Hemat, lumayanlah uang buat penginapan bisa dipakai buat yang lain.
Mulailah browsing
cari penerbangan murah, pantengi timeline maskapai penerbangan. Pernah dapat PP
naik AirASia berempat only Rp 1 jt kurang. Girang banget donk..eeee tapi
kendala distep terakhir pas pembayaran, tidak punya Credit Card, lemes deh..sudah lah lupakan cita-cita ke Bali.
Tapi mungkin karena
sudah takdir mesti ke Bali kali yaa..iseng-iseng ngetik di Google tiket murah ke
Bali, nemu web yang oke banget dan sekarang jadi andalan buat nemu tiket-tiket murah,
namanya www.utiket.com di Web ini tidak jual
tiket cuma menginfokan harga tiket, jadi tinggal klik kota keberangkatan kota
tujuan tanggal pergi dan pulang, otomatis muncul harga tiket, nah yang harga
promo dikasih tanda bintang. Wah seru nih web..mulailah mencocokan
tanggal dan harga, dapatlah PP
Jakarta Bali Rp. 2 jt untuk 4 orang. Waktu itu berangkat naik Batavia
Air dan pulang Air Asia. Kendalanya karena di web ini tidak jualan cuma info,
mesti cari travel agen. Mulai browsing lagi, nemu travel agent yang oke namanya
webnya www.grahatour.com caranya bookingnya juga gampang, kalo saya dulu karena sudah ada web andalan yaitu utiket yang bisa tahu harga-harga promo ditanggal yang kita mau, langsung chat dengan CS tanya ditanggal itu ada promo tidak, cross chek gitu deh, kalo sudah ok dengan tanggal dan harga, kita transfer dan segera konfirmasi buat dapat e-ticket yg dikirim ke email kita, simple bukan.
Sabtu, 24 Maret 2012
Pukul 06.00 WIB berangkat kami sekeluarga menuju Bali. O ya pergi ke Bali ini
gak kasih tau Mas Arka jauh hari sebelumnya, coz nih anak pasti heboh cerita kesana sini. Pas malam hari waktu diriku masukin baju ke koper, baru tanya2
“kita mau kemana sich bu”
“nengok bi ina”
“Kita mo ke Bali”
“iya”
“aku mo naik
pesawat, asik aku naik pesawat” teriak kegirangan
Ya ini kali pertama
Mas Arka dan Adek Athhar naik pesawat, kalo Athar karena masih baby jadi belum
terlalu ngeh kali ya. Mas Arka Excited banget. Jam 3 teng tanpa susah payah
ibunya bangunin, dah bangun duluan trs langsung mandi.
Karena berangkat
setelah nyepi, kondisi pagi hari di Bali tidak terlalu ramai, dan di sepanjang
kiri kanan banyak ogoh-ogoh, kata Ina nanti ogoh-ogoh itu akan dibakar. Bentuk
ogoh-ogoh macam-macam dari yang wajahnya serem banget sampai tokoh kartun juga ada
juga yang jadi ogoh-ogoh. Beruntungnya kami berangkat abis Nyepi, tidak terlalu ramai suasana plus dapat tontonan arak-arakan ogoh. Jarang-jaranglah soalnya ada ogoh2 ini, kata ina biasanya pas Nyepi aja adanya. Tapi sayangnya nich karena keasyikan lihat ogoh-ogoh malah tidak sempat difoto. Antara takut dan lupa foto beda tipis ya..hehehe
Dari Bandara Ngurah
Rai kita ke menuju Kuta, tapi cuma lewat aja sich, kata tour guide dadakan dan
gratis alias Ina, nanti sore kita balik lagi ke kuta sambil liat sunset.
Perjalanan dilanjutkan ke Garuda Wisnu Kencana ( GWK ). Patung GWK ini
rencananya adalah patung berukuran raksasa Dewa Wisnu yang sedang menunggangi
tunggangannya Garuda. Tapi patung ini belum seutuhnya jadi atau disatukan
antara wisnu dan Garudanya. Jadi Di Plaza Wisnu yang nampak hanya patung badan
Wisnu dari Kepala sampai badan, di plaza wisnu ini ada teropong yang dimasukan
koin untuk melihat kota dari atas bukit GWK. Nampak Bandara Ngurah Rai dan
Pantai Kuta dari kejauhan. Disediakan juga bale untuk beristirahat setelah
harus menanjak ke Plaza Wisnu. Tepat di Belakang Plaza Wisnu ada Plaza Garuda.
Sesuai dengan namanya disini terdapat patung raksasa kepala Garuda. Didepan plaza garuda ada taman yang luas
ditanami rumput dengan sisi kira kanan terdapat pilar2 batu kapur yang tinggi
dan besar. Kalo kita berteriak ditengah-tengah lorong akan bergema. Seru
disini, karena lapang dan berumput, adek athhar seneng banget lari kesana
sini..tau begitu bawa bola..makin betah athhar main disini.
Sekitar Jam 3 siang,
kita meluncur menuju Pantai Kuta. Memang beda pantainya, selain tentu saja
banyak bule yang berselancar, banyak juga penduduk lokal yang menawarkan jasa
pijat dan keriting rambut.
Dari pantai ini kita
bisa lihat pesawat yang landing/take off dari Bandara Ngurah Rai.
Mas Arka seneng
banget main disini, puas banget dia..sampai susah diajak pulang.
O ya rencana
semula kan mo lihat sunset, tapi urung coz dah pada kecapean. Okelah kita
pulang untuk istirahat dirumah kontrakan Ina di Bedahulu Denpasar. Untungnya
tadi cepat-cepat pulang karena sampai dirumah Mas Arka mendadak pusing dan panas
badannya. Ya Allah kasian anakku, rencana mau refresing malah sakit. Tapi
Alhamdulillah setelah ke dokter, ajaib langsung sembuh. Syukur Alhamdulillah schedule tidak jadi berantakan, Mas Arka fit lagi buat diajak jalan-jalan. Biar tidak
kejadian sakit lagi, dijalan banyakin ngemil dan minum dan makan jangan sampai
telat. Mungkin kemarin Mas Arka sakit karena bangun pagi sekali, dipesawat
tidak tidur dan makannya agak kurang. Ditambah pula asik main dipantai. Maafin
ibu yach sayang, kurang detail perhatikan kamu.
Minggu, 25 Maret
2012
Hari ke dua di Bali,
tujuan perjalanan kalau lihat dipeta ke arah utara dan timur pulau Bali. Takut kalo sampai disini sudah malam,
mampirlah kita ke Pasar Sukowati belanja kaos-kaos, daster khas bali untuk
oleh-oleh. Model Pasarnya seperti Pasar Jatinegara tetapi lebih sempit dan
sudah ciri khas masyarakat Bali, pasti ada dupa untuk sembahyang. Ehmm jadilah
aroma dupa tercium kental di Pasar. Karena dipasar, mulailah Ayah Yoyo mulai
mengeluarkan jurusnya untuk tawar menawar dan dapatlah kaos seharga Rp
10.000/pcs..murahkan. Memang jika dibandingin sama diriku yang emak2, ayah tuh
lebih pintar nawar..bakat atau hobi ya..hehehe.
Oleh-oleh sudah terbeli, lanjut kita ke Goa Gajah. Mas Arka dah antusias
banget, mikirnya di goa itu bener-bener ada gajahnya, tapi ternyata yang
disebut Goa Gajah tersebut merupakan bangunan sebuah pura, namun karena
bentuknya yang menyerupai gajah maka dinamakan Pura Goa Gajah. Disini juga ada kolam
dengan patung yang sedang memegang air suci
Tidak berlama-lama
di Goa gajah, kita naik-naik ke puncak gunung. Yups menuju Danau Kintamani yang
terletak di danau Batur. Ternyata memang benar-benar indah pemandangannya.
Subhanallah..kalimat thoyibah ini terus terucap melihat keindahan Sang Maha Pencipta.
Disini kita hanya duduk di pinggir danau. Ada juga tour menyebrangi danau
menuju Pulau Trunyan. Kalo gak bawa anak mungkin saya mau ke pulau itu,
penasaran ingin lihat mayat yang tidak dikubur hanya ditaruh tapi tidak
menimbulkan bau karena banyak pohon menyan disana. Tapi betenya disini, banyak
pedangang yang mengikuti kita kemana saja, padahal sudah halus kita tolak tidak mau
beli, tapi keukeuh banget barangnya kita beli.
Wisata terakhir hari
ini adalah mengunjungi tampak siring, sempat salah jalan waktu ke sini dan
salah pengertian. Tampak Siring yang ada dipikiran Ayah Yoyo adalah Istana, sedang
di pikiran saya adalah tempat pemandian, dengan latar belakang Istana. Benar
saja sampai disana kaget tidak bisa masuk, sudah tutup. Yaaaaa kecewa deh tapi
ternyata Allah tuh baik banget sama kami sekeluarga. Dijalan lihat penunjuk
arah ada tulisan Tirta Empul. Gagal ke Tampak Siring jadilah kita ke Tirta
Empul. Ternyata oh ternyata Tirta Empul itu letaknya dibelakang Istana Tampak
Siring..hehehe..Jadi ya bener, kalo pemikiran ayah Tampak Siring itu Istana ya
benar, dan pemikiran diriku Tampak Siring itu pemandian, ya Tirta Empul ini.
Tirta Empul ini adalah Pura dimana terdapat tempat untuk
membersihkan diri. Pura Tirta Empul terdapat
sumber air suci untuk membersihkan diri bagi masyarakat Bali tapi tak jarang wisatawan turut membersihkan diri di sini.
Senin, 26 Maret 2012
Hari terakhir di
Bali, tujuan wisata ke Tanah lot dan Pantai Sanur. Mestinya kebalik yach, Ke
Sanur dulu buat lihat matahari terbit, tapi karena kecapean pada kesiangan
semua.
Tanah lot
keunikannya kerena ada pura yang terletak di atas batu besar Jika air pasang,
pura ini akan dikelilingi air laut sehingga tidak bisa ke pura. Waktur kita
berkunjung, pura dikelilingi air laut
dan ombaknya besar sekali disini dibanding pantai kuta.
Next ke sanur, tapi
sayang di sayang macet parah menuju sanur, padahal malam mesti bertolak kembali
ke Jakarta, belum packing, dan ada beberapa oleh2 yang lupa dibeli..dasar emak-emak
takut dimarahin orang sekampung gara-gara oleh-olehnya kurang, kita balik lagi ke
Sukowati…emak2 rempong cape deh
Jam 8 Malam menuju
Bandara Ngurah Rai, coz pesawat terbang jam 10 malam…huhuhuh sedih rasanya
masih berasa kurang jalan2nya, belum semua obyek wisata dikunjungi dan berpisah
lagi dech sama adikku satu-satunya.S emoga bisa kembali lagi ke sini yaa..minimal kunjungi ponakan. ( hehehe bakal jadi alasan selanjutnya kalo mo ke Bali lagi )
O ya selama mondar mandir di Bali ini kita rental mobil, pilihan kita ke Avanza dengan tarif Rp. 200.000/hari lepas kunci..murah banget yaa..
Akhir kata Matur Suksma Pulau
Bali telah memberikan pengalaman yang tidak akan terlupakan.
-Love-
Maya