Rabu, 12 September 2012

Bali, We are coming


Sejak adik saya Ina menetap di Denpasar Bali jadi punya keinginan buat datang ke Pulau Dewata. Jadi  kalau orang-orang tanya “enak banget plesiran ke Bali’ jawabnya “engga plesiran koq ke Bali nengok adik disana” hehehe..padahal sich yach tujuannya emang pengen mengunjungi Bali, pengen tau Bali itu seperti apa sich, katanya pemandangannya Bagus sampai turis mancanegara banyak banget berkunjung kesana. Terusnya mumpung juga ada adik disana, jadi ada tempat untuk menginap, cari gratisan donk. Hemat, lumayanlah uang buat penginapan bisa dipakai buat yang lain.

Mulailah browsing cari penerbangan murah, pantengi timeline maskapai penerbangan. Pernah dapat PP naik AirASia berempat only Rp 1 jt kurang. Girang banget donk..eeee tapi kendala distep terakhir pas pembayaran,  tidak punya Credit Card, lemes deh..sudah lah lupakan cita-cita ke Bali.

Tapi mungkin karena sudah takdir mesti ke Bali kali yaa..iseng-iseng ngetik di Google tiket murah ke Bali, nemu web yang oke banget dan sekarang jadi andalan buat nemu tiket-tiket murah, namanya www.utiket.com di Web ini tidak jual tiket cuma menginfokan harga tiket, jadi tinggal klik kota keberangkatan kota tujuan tanggal pergi dan pulang, otomatis muncul harga tiket, nah yang harga promo dikasih tanda bintang. Wah seru nih web..mulailah mencocokan tanggal dan harga, dapatlah PP  Jakarta Bali Rp. 2 jt untuk 4 orang. Waktu itu berangkat naik Batavia Air dan pulang Air Asia. Kendalanya karena di web ini tidak jualan cuma info, mesti cari travel agen. Mulai browsing lagi, nemu travel agent yang oke namanya webnya www.grahatour.com caranya bookingnya juga gampang, kalo saya dulu karena sudah ada web andalan yaitu utiket yang bisa tahu harga-harga promo ditanggal yang kita mau, langsung chat dengan CS tanya ditanggal itu ada promo tidak, cross chek gitu deh, kalo sudah ok dengan tanggal dan harga, kita transfer dan segera konfirmasi buat dapat e-ticket yg dikirim ke email kita, simple bukan.

Sabtu, 24 Maret 2012 
Pukul 06.00 WIB berangkat kami sekeluarga menuju Bali. O ya pergi ke Bali ini gak kasih tau Mas Arka jauh hari sebelumnya, coz nih anak pasti heboh cerita kesana sini. Pas malam hari waktu diriku masukin baju ke koper, baru tanya2

“kita mau kemana sich bu”
“nengok bi ina”
“Kita mo ke Bali”
“iya”
“aku mo naik pesawat, asik aku naik pesawat” teriak kegirangan

Ya ini kali pertama Mas Arka dan Adek Athhar naik pesawat, kalo Athar karena masih baby jadi belum terlalu ngeh kali ya. Mas Arka Excited banget. Jam 3 teng tanpa susah payah ibunya bangunin, dah bangun duluan trs langsung mandi.

Karena berangkat setelah nyepi, kondisi pagi hari di Bali tidak terlalu ramai, dan di sepanjang kiri kanan banyak ogoh-ogoh, kata Ina nanti ogoh-ogoh itu akan dibakar. Bentuk ogoh-ogoh macam-macam dari yang wajahnya serem banget sampai tokoh kartun juga ada juga yang jadi ogoh-ogoh. Beruntungnya kami berangkat abis Nyepi, tidak terlalu ramai suasana plus dapat tontonan arak-arakan ogoh. Jarang-jaranglah soalnya ada ogoh2 ini, kata ina biasanya pas Nyepi aja adanya.  Tapi sayangnya nich karena keasyikan lihat ogoh-ogoh malah tidak sempat difoto. Antara takut dan lupa foto beda tipis ya..hehehe

Dari Bandara Ngurah Rai kita ke menuju Kuta, tapi cuma lewat aja sich, kata tour guide dadakan dan gratis alias Ina, nanti sore kita balik lagi ke kuta sambil liat sunset. Perjalanan dilanjutkan ke Garuda Wisnu Kencana ( GWK ). Patung GWK ini rencananya adalah patung berukuran raksasa Dewa Wisnu yang sedang menunggangi tunggangannya Garuda. Tapi patung ini belum seutuhnya jadi atau disatukan antara wisnu dan Garudanya. Jadi Di Plaza Wisnu yang nampak hanya patung badan Wisnu dari Kepala sampai badan, di plaza wisnu ini ada teropong yang dimasukan koin untuk melihat kota dari atas bukit GWK. Nampak Bandara Ngurah Rai dan Pantai Kuta dari kejauhan. Disediakan juga bale untuk beristirahat setelah harus menanjak ke Plaza Wisnu. Tepat di Belakang Plaza Wisnu ada Plaza Garuda. Sesuai dengan namanya disini terdapat patung raksasa kepala Garuda.  Didepan plaza garuda ada taman yang luas ditanami rumput dengan sisi kira kanan terdapat pilar2 batu kapur yang tinggi dan besar. Kalo kita berteriak ditengah-tengah lorong akan bergema. Seru disini, karena lapang dan berumput, adek athhar seneng banget lari kesana sini..tau begitu bawa bola..makin betah athhar main disini.

Sekitar Jam 3 siang, kita meluncur menuju Pantai Kuta. Memang beda pantainya, selain tentu saja banyak bule yang berselancar, banyak juga penduduk lokal yang menawarkan jasa pijat dan keriting rambut.
Dari pantai ini kita bisa lihat pesawat yang landing/take off dari Bandara Ngurah Rai.
Mas Arka seneng banget main disini, puas banget dia..sampai susah diajak pulang.
O ya rencana semula kan mo lihat sunset, tapi urung coz dah pada kecapean. Okelah kita pulang untuk istirahat dirumah kontrakan Ina di Bedahulu Denpasar. Untungnya tadi cepat-cepat pulang karena sampai dirumah Mas Arka mendadak pusing dan panas badannya. Ya Allah kasian anakku, rencana mau refresing malah sakit. Tapi Alhamdulillah setelah ke dokter, ajaib langsung sembuh. Syukur Alhamdulillah schedule tidak  jadi berantakan, Mas Arka fit lagi buat diajak jalan-jalan. Biar tidak kejadian sakit lagi, dijalan banyakin ngemil dan minum dan makan jangan sampai telat. Mungkin kemarin Mas Arka sakit karena bangun pagi sekali, dipesawat tidak tidur dan makannya agak kurang. Ditambah pula asik main dipantai. Maafin ibu yach sayang, kurang detail perhatikan kamu.

Minggu, 25 Maret 2012
Hari ke dua di Bali, tujuan perjalanan kalau  lihat dipeta ke arah utara dan timur pulau Bali. Takut kalo sampai disini sudah malam, mampirlah kita ke Pasar Sukowati belanja kaos-kaos, daster khas bali untuk oleh-oleh. Model Pasarnya seperti Pasar Jatinegara tetapi lebih sempit dan sudah ciri khas masyarakat Bali, pasti ada dupa untuk sembahyang. Ehmm jadilah aroma dupa tercium kental di Pasar. Karena dipasar, mulailah Ayah Yoyo mulai mengeluarkan jurusnya untuk tawar menawar dan dapatlah kaos seharga Rp 10.000/pcs..murahkan. Memang jika dibandingin sama diriku yang emak2, ayah tuh lebih pintar nawar..bakat atau hobi ya..hehehe.


Oleh-oleh sudah terbeli, lanjut kita ke Goa Gajah. Mas Arka dah antusias banget, mikirnya di goa itu bener-bener ada gajahnya, tapi ternyata yang disebut Goa Gajah tersebut merupakan bangunan sebuah pura, namun karena bentuknya yang menyerupai gajah maka dinamakan Pura Goa Gajah. Disini juga ada kolam dengan patung yang sedang memegang air suci

Tidak berlama-lama di Goa gajah, kita naik-naik ke puncak gunung. Yups menuju Danau Kintamani yang terletak di danau Batur. Ternyata memang benar-benar indah pemandangannya. Subhanallah..kalimat thoyibah ini terus terucap melihat keindahan Sang Maha Pencipta. Disini kita hanya duduk di pinggir danau. Ada juga  tour menyebrangi danau menuju Pulau Trunyan. Kalo gak bawa anak mungkin saya mau ke pulau itu, penasaran ingin lihat mayat yang tidak dikubur hanya ditaruh tapi tidak menimbulkan bau karena banyak pohon menyan disana. Tapi betenya disini, banyak pedangang yang mengikuti kita kemana saja, padahal sudah halus kita tolak tidak mau beli, tapi keukeuh banget barangnya kita beli.

Wisata terakhir hari ini adalah mengunjungi tampak siring, sempat salah jalan waktu ke sini dan salah pengertian. Tampak Siring yang ada dipikiran Ayah Yoyo adalah Istana, sedang di pikiran saya adalah tempat pemandian, dengan latar belakang Istana. Benar saja sampai disana kaget tidak bisa masuk, sudah tutup. Yaaaaa kecewa deh tapi ternyata Allah tuh baik banget sama kami sekeluarga. Dijalan lihat penunjuk arah ada tulisan Tirta Empul. Gagal ke Tampak Siring jadilah kita ke Tirta Empul. Ternyata oh ternyata Tirta Empul itu letaknya dibelakang Istana Tampak Siring..hehehe..Jadi ya bener, kalo pemikiran ayah Tampak Siring itu Istana ya benar, dan pemikiran diriku Tampak Siring itu pemandian, ya Tirta Empul ini.

Tirta Empul ini adalah Pura dimana terdapat tempat untuk membersihkan diri.  Pura Tirta Empul terdapat sumber air suci untuk membersihkan diri bagi masyarakat Bali tapi tak jarang wisatawan turut membersihkan diri di sini.  

Senin, 26 Maret 2012
Hari terakhir di Bali, tujuan wisata ke Tanah lot dan Pantai Sanur. Mestinya kebalik yach, Ke Sanur dulu buat lihat matahari terbit, tapi karena kecapean pada kesiangan semua.

Tanah lot keunikannya kerena ada pura yang terletak di atas batu besar Jika air pasang, pura ini akan dikelilingi air laut sehingga tidak bisa ke pura. Waktur kita berkunjung,  pura dikelilingi air laut dan ombaknya besar sekali disini dibanding pantai kuta.

Next ke sanur, tapi sayang di sayang macet parah menuju sanur, padahal malam mesti bertolak kembali ke Jakarta, belum packing, dan ada beberapa oleh2 yang lupa dibeli..dasar emak-emak takut dimarahin orang sekampung gara-gara oleh-olehnya kurang, kita balik lagi ke Sukowati…emak2 rempong cape deh

Jam 8 Malam menuju Bandara Ngurah Rai, coz pesawat terbang jam 10 malam…huhuhuh sedih rasanya masih berasa kurang jalan2nya, belum semua obyek wisata dikunjungi dan berpisah lagi dech sama adikku satu-satunya.S emoga bisa kembali lagi ke sini yaa..minimal kunjungi ponakan. ( hehehe bakal jadi alasan selanjutnya kalo mo ke Bali lagi )

O ya selama mondar mandir di Bali ini kita rental mobil, pilihan kita ke Avanza dengan tarif Rp. 200.000/hari lepas kunci..murah banget yaa..

Akhir kata Matur Suksma Pulau Bali telah memberikan pengalaman yang tidak akan terlupakan.

-Love-
Maya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar