Kamis, 20 September 2012

Sunatan

Fimosis, baru dengar nama penyakit ini. Ternyata fimosis itu penyempitan kulit penutup kepala penis. Jadi pada saat anak pipis, urinnya itu tidak keluar secara sempurna. Fimosis itu dialami anakku yg ke 2 athhar, kasihan kau anakku, pantes tiba-tiba  suka rewel dan panas tinggi tanpa sebab. 

Sudah 3 hari athhar suhu badanyan tidak turun-turun Masih setia diangka 40 derajat celcius. Takut kena DBD atau penyakit yang lain, dibawalah  ke Dokter Spesialis Anak   di Klinik dekat rumah. Dokter mendiagnosa kalau Athhar kena virus dikelaminnya. Ya Allah virus apa ini dan  dokter tidak kasih penjelasan lanjut cuma bilang harus disunat dan besok kalau masih panas cek darah lengkap. Masya Allah bikin kaget lagi nih dokter. Disunat..Ya Allah Athhar masih bayi harus disunat. Sampai  rumah langsung browsing mengapa bayi laki-laki harus disunat dan ternyata penyebab terbanyaknya karena fimosis itu.

Hari ke 4 athhar masih panas, atas saran Dokter bawa Athhar ke Lab untuk cek darah lengkap. Mau bawa hasilnya ke DSA yg kemaren males benar, habis kasih penjelasan tidak lengkap. Sorenya kami bawa Athhar ke DSA ke Klinik tempat Athhar lahir. Dibaca lah hasil lab yang ternyata hasilnya Alhamdulillah baik semua, tapi tetap heran kenapa masih panasnya belum turun-turun juga. Lalu saya cerita hasil dari diagnosa dokter kemarin.  Setelah saya cerita, bu dokter lalu langsung periksa penis Athhar dan ternyata benar athhar positif fimosis.

Hari untuk prosesi sunat ditetapkan tanggal 22 April 2011 untuk Athhar dan Arka sunat. Mas Arka ikut ingin di sunat juga, katanya “masa aku kalah sama adek’. Mumpung ada keinginan dari si anak, akhirnya Mas Arka ikut disunat  juga. 

Pagi-pagi sudah berangkat ke Klinik, yang sunat pertama Mas Arka. nangis kencang banget. Ya Ampun si mas emang lebay dech  padahal kan sakitnya pas disuntik aja setelah itu kan obat biusnya bekerja jadi tidak berasa sakit. Lama kelamaan cape juga si mas arka nangis, wong gak berasa sakit, kan pakai laser atau lebih tepatnya elektrocautery.

Giliran Athhar yang disunat Ya Allah tidak tega lihatnya, nangis terus sepanjang disunat dan waktu sunatnya lebih lama disbanding Mas Arka yang hanya butuh waktu 15 menit. Ya Allah beri kekuatan  dan kemudahan bagi proses sunat ini, Pak Dokter juga kelihatan kewalahan, katanya penisnya kecil dan karena athar gendut, jadi susah dan sedikit lengket. Selesai  di sunat, Pak Dokter malah  bilang, ini kemungkinan harus sunat lagi karena kalau setelah sunat tidak ditekan, penisnya bisa masuk/mendelep lagi karena Athhar postur tubuhnya gendut.

Kejadian benar, 3 hari setelah sunat, kami balik lagi ke Dokter. Karena Athhar sakit saat pipis, dan jalan satu-satunya ya harus disunat, karena kulupnya masih panjang. Ya Allah Ya Rabb..beri kesabaran bagi kami. Kesalahan kami harusnya untuk dedek Athar sunat di Rumah Sakit, pakai bius total, jadi lebih rapih hasil sunatnya, tidak pakai sunat 2 kali seperti ini. Maafkan Ibu dan Ayah ya Athhar sayang. Alhamdulillah setelah sunat yang ke dua kalinya semua berjalan normal, pipis Athhar mulai lancar dan tidak panas yang tanpa sebab lagi.


Rabu, 12 September 2012

Bali, We are coming


Sejak adik saya Ina menetap di Denpasar Bali jadi punya keinginan buat datang ke Pulau Dewata. Jadi  kalau orang-orang tanya “enak banget plesiran ke Bali’ jawabnya “engga plesiran koq ke Bali nengok adik disana” hehehe..padahal sich yach tujuannya emang pengen mengunjungi Bali, pengen tau Bali itu seperti apa sich, katanya pemandangannya Bagus sampai turis mancanegara banyak banget berkunjung kesana. Terusnya mumpung juga ada adik disana, jadi ada tempat untuk menginap, cari gratisan donk. Hemat, lumayanlah uang buat penginapan bisa dipakai buat yang lain.

Mulailah browsing cari penerbangan murah, pantengi timeline maskapai penerbangan. Pernah dapat PP naik AirASia berempat only Rp 1 jt kurang. Girang banget donk..eeee tapi kendala distep terakhir pas pembayaran,  tidak punya Credit Card, lemes deh..sudah lah lupakan cita-cita ke Bali.

Tapi mungkin karena sudah takdir mesti ke Bali kali yaa..iseng-iseng ngetik di Google tiket murah ke Bali, nemu web yang oke banget dan sekarang jadi andalan buat nemu tiket-tiket murah, namanya www.utiket.com di Web ini tidak jual tiket cuma menginfokan harga tiket, jadi tinggal klik kota keberangkatan kota tujuan tanggal pergi dan pulang, otomatis muncul harga tiket, nah yang harga promo dikasih tanda bintang. Wah seru nih web..mulailah mencocokan tanggal dan harga, dapatlah PP  Jakarta Bali Rp. 2 jt untuk 4 orang. Waktu itu berangkat naik Batavia Air dan pulang Air Asia. Kendalanya karena di web ini tidak jualan cuma info, mesti cari travel agen. Mulai browsing lagi, nemu travel agent yang oke namanya webnya www.grahatour.com caranya bookingnya juga gampang, kalo saya dulu karena sudah ada web andalan yaitu utiket yang bisa tahu harga-harga promo ditanggal yang kita mau, langsung chat dengan CS tanya ditanggal itu ada promo tidak, cross chek gitu deh, kalo sudah ok dengan tanggal dan harga, kita transfer dan segera konfirmasi buat dapat e-ticket yg dikirim ke email kita, simple bukan.

Sabtu, 24 Maret 2012 
Pukul 06.00 WIB berangkat kami sekeluarga menuju Bali. O ya pergi ke Bali ini gak kasih tau Mas Arka jauh hari sebelumnya, coz nih anak pasti heboh cerita kesana sini. Pas malam hari waktu diriku masukin baju ke koper, baru tanya2

“kita mau kemana sich bu”
“nengok bi ina”
“Kita mo ke Bali”
“iya”
“aku mo naik pesawat, asik aku naik pesawat” teriak kegirangan

Ya ini kali pertama Mas Arka dan Adek Athhar naik pesawat, kalo Athar karena masih baby jadi belum terlalu ngeh kali ya. Mas Arka Excited banget. Jam 3 teng tanpa susah payah ibunya bangunin, dah bangun duluan trs langsung mandi.

Karena berangkat setelah nyepi, kondisi pagi hari di Bali tidak terlalu ramai, dan di sepanjang kiri kanan banyak ogoh-ogoh, kata Ina nanti ogoh-ogoh itu akan dibakar. Bentuk ogoh-ogoh macam-macam dari yang wajahnya serem banget sampai tokoh kartun juga ada juga yang jadi ogoh-ogoh. Beruntungnya kami berangkat abis Nyepi, tidak terlalu ramai suasana plus dapat tontonan arak-arakan ogoh. Jarang-jaranglah soalnya ada ogoh2 ini, kata ina biasanya pas Nyepi aja adanya.  Tapi sayangnya nich karena keasyikan lihat ogoh-ogoh malah tidak sempat difoto. Antara takut dan lupa foto beda tipis ya..hehehe

Dari Bandara Ngurah Rai kita ke menuju Kuta, tapi cuma lewat aja sich, kata tour guide dadakan dan gratis alias Ina, nanti sore kita balik lagi ke kuta sambil liat sunset. Perjalanan dilanjutkan ke Garuda Wisnu Kencana ( GWK ). Patung GWK ini rencananya adalah patung berukuran raksasa Dewa Wisnu yang sedang menunggangi tunggangannya Garuda. Tapi patung ini belum seutuhnya jadi atau disatukan antara wisnu dan Garudanya. Jadi Di Plaza Wisnu yang nampak hanya patung badan Wisnu dari Kepala sampai badan, di plaza wisnu ini ada teropong yang dimasukan koin untuk melihat kota dari atas bukit GWK. Nampak Bandara Ngurah Rai dan Pantai Kuta dari kejauhan. Disediakan juga bale untuk beristirahat setelah harus menanjak ke Plaza Wisnu. Tepat di Belakang Plaza Wisnu ada Plaza Garuda. Sesuai dengan namanya disini terdapat patung raksasa kepala Garuda.  Didepan plaza garuda ada taman yang luas ditanami rumput dengan sisi kira kanan terdapat pilar2 batu kapur yang tinggi dan besar. Kalo kita berteriak ditengah-tengah lorong akan bergema. Seru disini, karena lapang dan berumput, adek athhar seneng banget lari kesana sini..tau begitu bawa bola..makin betah athhar main disini.

Sekitar Jam 3 siang, kita meluncur menuju Pantai Kuta. Memang beda pantainya, selain tentu saja banyak bule yang berselancar, banyak juga penduduk lokal yang menawarkan jasa pijat dan keriting rambut.
Dari pantai ini kita bisa lihat pesawat yang landing/take off dari Bandara Ngurah Rai.
Mas Arka seneng banget main disini, puas banget dia..sampai susah diajak pulang.
O ya rencana semula kan mo lihat sunset, tapi urung coz dah pada kecapean. Okelah kita pulang untuk istirahat dirumah kontrakan Ina di Bedahulu Denpasar. Untungnya tadi cepat-cepat pulang karena sampai dirumah Mas Arka mendadak pusing dan panas badannya. Ya Allah kasian anakku, rencana mau refresing malah sakit. Tapi Alhamdulillah setelah ke dokter, ajaib langsung sembuh. Syukur Alhamdulillah schedule tidak  jadi berantakan, Mas Arka fit lagi buat diajak jalan-jalan. Biar tidak kejadian sakit lagi, dijalan banyakin ngemil dan minum dan makan jangan sampai telat. Mungkin kemarin Mas Arka sakit karena bangun pagi sekali, dipesawat tidak tidur dan makannya agak kurang. Ditambah pula asik main dipantai. Maafin ibu yach sayang, kurang detail perhatikan kamu.

Minggu, 25 Maret 2012
Hari ke dua di Bali, tujuan perjalanan kalau  lihat dipeta ke arah utara dan timur pulau Bali. Takut kalo sampai disini sudah malam, mampirlah kita ke Pasar Sukowati belanja kaos-kaos, daster khas bali untuk oleh-oleh. Model Pasarnya seperti Pasar Jatinegara tetapi lebih sempit dan sudah ciri khas masyarakat Bali, pasti ada dupa untuk sembahyang. Ehmm jadilah aroma dupa tercium kental di Pasar. Karena dipasar, mulailah Ayah Yoyo mulai mengeluarkan jurusnya untuk tawar menawar dan dapatlah kaos seharga Rp 10.000/pcs..murahkan. Memang jika dibandingin sama diriku yang emak2, ayah tuh lebih pintar nawar..bakat atau hobi ya..hehehe.


Oleh-oleh sudah terbeli, lanjut kita ke Goa Gajah. Mas Arka dah antusias banget, mikirnya di goa itu bener-bener ada gajahnya, tapi ternyata yang disebut Goa Gajah tersebut merupakan bangunan sebuah pura, namun karena bentuknya yang menyerupai gajah maka dinamakan Pura Goa Gajah. Disini juga ada kolam dengan patung yang sedang memegang air suci

Tidak berlama-lama di Goa gajah, kita naik-naik ke puncak gunung. Yups menuju Danau Kintamani yang terletak di danau Batur. Ternyata memang benar-benar indah pemandangannya. Subhanallah..kalimat thoyibah ini terus terucap melihat keindahan Sang Maha Pencipta. Disini kita hanya duduk di pinggir danau. Ada juga  tour menyebrangi danau menuju Pulau Trunyan. Kalo gak bawa anak mungkin saya mau ke pulau itu, penasaran ingin lihat mayat yang tidak dikubur hanya ditaruh tapi tidak menimbulkan bau karena banyak pohon menyan disana. Tapi betenya disini, banyak pedangang yang mengikuti kita kemana saja, padahal sudah halus kita tolak tidak mau beli, tapi keukeuh banget barangnya kita beli.

Wisata terakhir hari ini adalah mengunjungi tampak siring, sempat salah jalan waktu ke sini dan salah pengertian. Tampak Siring yang ada dipikiran Ayah Yoyo adalah Istana, sedang di pikiran saya adalah tempat pemandian, dengan latar belakang Istana. Benar saja sampai disana kaget tidak bisa masuk, sudah tutup. Yaaaaa kecewa deh tapi ternyata Allah tuh baik banget sama kami sekeluarga. Dijalan lihat penunjuk arah ada tulisan Tirta Empul. Gagal ke Tampak Siring jadilah kita ke Tirta Empul. Ternyata oh ternyata Tirta Empul itu letaknya dibelakang Istana Tampak Siring..hehehe..Jadi ya bener, kalo pemikiran ayah Tampak Siring itu Istana ya benar, dan pemikiran diriku Tampak Siring itu pemandian, ya Tirta Empul ini.

Tirta Empul ini adalah Pura dimana terdapat tempat untuk membersihkan diri.  Pura Tirta Empul terdapat sumber air suci untuk membersihkan diri bagi masyarakat Bali tapi tak jarang wisatawan turut membersihkan diri di sini.  

Senin, 26 Maret 2012
Hari terakhir di Bali, tujuan wisata ke Tanah lot dan Pantai Sanur. Mestinya kebalik yach, Ke Sanur dulu buat lihat matahari terbit, tapi karena kecapean pada kesiangan semua.

Tanah lot keunikannya kerena ada pura yang terletak di atas batu besar Jika air pasang, pura ini akan dikelilingi air laut sehingga tidak bisa ke pura. Waktur kita berkunjung,  pura dikelilingi air laut dan ombaknya besar sekali disini dibanding pantai kuta.

Next ke sanur, tapi sayang di sayang macet parah menuju sanur, padahal malam mesti bertolak kembali ke Jakarta, belum packing, dan ada beberapa oleh2 yang lupa dibeli..dasar emak-emak takut dimarahin orang sekampung gara-gara oleh-olehnya kurang, kita balik lagi ke Sukowati…emak2 rempong cape deh

Jam 8 Malam menuju Bandara Ngurah Rai, coz pesawat terbang jam 10 malam…huhuhuh sedih rasanya masih berasa kurang jalan2nya, belum semua obyek wisata dikunjungi dan berpisah lagi dech sama adikku satu-satunya.S emoga bisa kembali lagi ke sini yaa..minimal kunjungi ponakan. ( hehehe bakal jadi alasan selanjutnya kalo mo ke Bali lagi )

O ya selama mondar mandir di Bali ini kita rental mobil, pilihan kita ke Avanza dengan tarif Rp. 200.000/hari lepas kunci..murah banget yaa..

Akhir kata Matur Suksma Pulau Bali telah memberikan pengalaman yang tidak akan terlupakan.

-Love-
Maya

Jumat, 07 September 2012

Mudik

I love mudik...
Karena saya orang  Jakarta walau almh ibu asli Yogyakarta dan almh simbah pun menetap di Jakarta

Karena suami asli Yogyakarta Kabupaten Wonosari alias gunung kidul, dan mertua pun tinggal disana

Karena saya suka menikmati perjalanan menuju kampung selama mudik, walau harus bermacet ria tapi macet yang wajar ya..kalau dari Jakarta Wonosari sampe 30 Jam, mikir2 juga sich, apa coba yang dinikmati

Karena saya menikmati kebersamaan bersama suami dan anak2 selama mudik

Karena mudik jadi ajang bagi saya untuk jalan-jalan ke tempat wisata yang belum dikunjungi

Karena saya bisa ketemu saudara-saudara dari pakde,bude, pakle, bule, mas, embak, yang kadang saya suka lupa namanya saking banyaknya saudara..hehehe

Cerita Mudik tahun ini, untuk pertama kalinya mudik sekeluarga hanya berempat saja, ayah yoyo, ibu maya, mas arka dan dek athhar. Numpak mobil anyar walau tahunnya lawas..hehehe..Alhamdulillah tahun ini  mobil Kijang super tahun '94 bisa terbeli, walau lawas ternyata masih oke banget tuh mobil, bolak balik Jakarta Wonosari gak ada problem, jempol 2 buat Kijang Super ku.
Rencana semula mudik berempat ternyata pas hari H ada teman yang ikut sama anaknya, Mas Hadi n anaknya Asmi, yo wis ga apa, berbagi itu indah kan, lumayan tugas navigatorku diganti dulu sama mas hadi.

Berangkat dari rumah jam 2 siang sampe Yogya  esok harinya jam 8 pagi, drop Mas Hadi dulu di terminal Yogya buat nyambung lagi ke Pacitan. Jam 11.00 sampai di tanah kelahiran suami, Desa Gunung Jurang Kec Semin Kab. Wonosari Yogyakarta

Seram yach nama desanya Gunung Jurang. Pertama kali kesini takjub bener lihat desa ini, sampai sekarang perasaan takjub itu pun masih ada. Tidak terbayang diantara gunung yang terjal, melewati kawah putih ada kehidupan disana. Terbayang hebatnya anak-anak disana untuk bersekolah berjalan kaki turun gunung berkilometer jauhnya. Kata Ayah Yoyo "jaman sekarang sudah enak, jalan sudah bagus sudah banyak motor, jaman Ayah dulu sekolah harus jalan kali naik turun gunung". Hebat si Ayah, semangat menuntut ilmunya tinggi, terbayang capeknya mau sekolah.

Pertanyaan ini pasti selalu muncul ketika saya pulang kampung ke Gunung Kidul.
"Pasti dikampung gak ada air yach may? mandi susah ya? 
 Ketika saya jawab "engga kok, air banyak, bisa mandi, bisa nyuci baju disana".
"Lho koq bisa May, gunung kidul kan daerah tandus"
Subhanallah memang selama saya mudik dari tahun pertama kali saya mudik sampai tahun ini, selama saya mudik tidak pernah ketemu susah air di Gunung kidul. Mungkin karena letak desa didaerah pengunungan kali ya, bahkan sekarang saya lihat ada bangunan PDAM disekitar waduk, katanya sich untuk mengairi daearah semin dan sekitarnya.

O ya disini ada waduk loh, baru dibangun kira2 sekitar tahun 2009....buat menampung air dari sumber mata air dari gunung.
Sayangnya saya belum pernah mudik ketika musin panen, kata ayah yoyo, bagus pemadangannya, pasti kalo liat gak bakal nyangka kalo itu ada daerah gunung kidul.

Mudik itu..........saatnya plesiran
Yuhuuuuuuuu...tahun ini target kita plesiran ke Pantai Baron dkk dan Candi Prambanan

#Pleserin ke pantai
Melawati hutan jati yang gersang, dan bukit2 batu dengan jalan berkelak kelok..sampailah kita di gerbang pintu masuk dengan HTM yang cukup murah hanya @ Rp. 5.000 per orang untuk banyak pantai ( pantai baron, kukup, krakal, driani, dll )..banyak pantai loh murah banget HTMnya, pemandangannya juga bagus-bagus, tidak kalah sama pantai2 di Bali. Membayangkan pantai di Jakarta dengan HTM yang mahal apalagi musim liburan harga meroket tinggi. Jakarta oh Jakarta, apa-apa serba mahal.

Untuk mudik kali ini tujuannya kita ke pantai baron, pantai kukup dan pantai krakal. Tetapi yang jadi favorit aku dan anak-anak adalah pantai kukup. Disini ada jembatan yang menghubungkan daratan dan pulau karang. Kalau laut sedang pasang, daratan yang dibawah akan tertutup air, jadi mirip-mirip  tanah lot di Bali. Ketika kami kesini pantai Kukup sedang surut, sehingga terlihat dasar laut yang terdiri dari batuan karang dan lumut yang menempel.
Dan tidak lupa melewati deretan pantai ini, ketika melewati hutan jati, banyak pedagang yang menjual belalang goreng. Kata ayah yoyo sich enak rasanya..kriuk..kriuk..kriuk..kayak udang goreng, di jual 1 toples Rp. 30.000.

 #Pleserin ke Candi Prambanan
Balik ke jakarta mampir dulu ke candi prambanan kalo bahasa pepatah sekali mendayung dua tiga pulau terlewati.
Tujuan lebaran ini target jalan-jalam ke Candi Prambanan, jalan-jalan ini dah diniatin sejak  tahun lalu saat kita wisata ke Candi Borobudur. Pokoknya lebaran tahun depan mesti ke Prambanan. Wisata sejarah ada manfaatnya juga ternyata buat Mas Arka. Dulu sewaktu berkunjung ke Borobudur sempat bertanya seperti ini "koq jalan2nya liat batu aja" tapi efeknya ternyata ketika belajar PKN yang ada pelajaran tentang agama di Indonesia, mas Arka langsung ngeh. Jadi  agama budha itu candinya Borobudur dan pikirannya langsung melayang ke Borobudur

HTM Candi Prambanan @ Rp. 30.000/orang, lumayan jauh menuju candi prambanan kita harus berjalan kaki, memasuki Candi Prambanan pengujung diharuskan memakai sarung.
Walau pengunjung banyak pada musim lebaran, tetapi tidak terlalu menumpuk mungkin karena kompleks candi yang luas dan banyak candi yang dilihat tidak seperti kunjungan ke Candi Borobudur tahun lalu, pengunjung banyak dan hanya satu candi terasa penuh sesak, jadi kurang menikmati karena padat.

Sayangnya candi yang paling besar yang ada patung loro jongrang sedang dipugar akibat gempa. Padahal pengen nunjukin  ke mas arka..ini loh mas arka legenda roro jongrang yang terkenal itu dan ini patungnya, mudah2an dikasih sehat n panjang umur jadi bisa bawa anak-anak dan keluarga kunjungan ke sini lagi.

-Love-
maya




Kamis, 06 September 2012

Ceritanya Buat Blog


 Sebenarnya ini bukan blog pertama saya. 2 tahun yang lalu saya pernah buat blog. Ceritanya dulu ingin buat jurnal perkembangan athhar dari bulan ke bulan, tapi memang saya yang males nulis, sibuk sana sini ( gayane sibuk hehehe ) dan gara-gara gak pernah dibuka blognya, malah lupa nama blognya apa, jadi surut dech niatan nulis di blog.
Tapi sepertinya setiap hari ada aja yang pengen diceritakan, cerita ke siapa yaaa..
cerita ke suami sich pasti..cerita n curhat ke Allah apalagi, tetapi ada sudut pandang yang kadang suka tercetus di kepala ini. Kadang suka terlewat kalau mau diceritain ke suami, soalnya nich kadang2 terpintas seru juga liat suatu obyek atau momen yang ingin bisa dibagi untuk diceritakan.
Mulailah niat kembali untuk buat blog, sebagai catatan ceritaku, mungkin suatu hari anak2 saya atau orang lihat bisa melihat apa saja yang telah saya perbuat, pikirkan, semoga ada yang bisa diambil manfaatnya dari blog ini.

-Love-
Maya