Fimosis, baru dengar nama penyakit ini. Ternyata fimosis itu
penyempitan kulit penutup kepala penis. Jadi pada saat anak pipis,
urinnya itu tidak keluar secara sempurna. Fimosis itu dialami anakku yg ke 2 athhar, kasihan kau anakku, pantes tiba-tiba suka rewel dan panas tinggi tanpa sebab.
Sudah 3 hari athhar suhu badanyan tidak turun-turun Masih setia diangka 40 derajat celcius. Takut kena DBD atau penyakit yang lain, dibawalah ke Dokter Spesialis Anak di Klinik dekat rumah. Dokter mendiagnosa kalau Athhar kena virus dikelaminnya. Ya Allah virus apa ini dan dokter tidak kasih penjelasan lanjut cuma bilang harus disunat dan besok kalau masih panas cek darah lengkap. Masya Allah bikin kaget lagi nih dokter. Disunat..Ya Allah Athhar masih bayi harus disunat. Sampai rumah langsung browsing mengapa bayi laki-laki harus disunat dan ternyata penyebab terbanyaknya karena fimosis itu.
Hari ke 4 athhar masih panas, atas saran Dokter bawa Athhar ke Lab untuk cek darah lengkap. Mau bawa hasilnya ke DSA yg kemaren males benar, habis kasih penjelasan tidak lengkap. Sorenya kami bawa Athhar ke DSA ke Klinik tempat Athhar lahir. Dibaca lah hasil lab yang ternyata hasilnya Alhamdulillah baik semua, tapi tetap heran kenapa masih panasnya belum turun-turun juga. Lalu saya cerita hasil dari diagnosa dokter kemarin. Setelah saya cerita, bu dokter lalu langsung periksa penis Athhar dan ternyata benar athhar positif fimosis.
Hari untuk prosesi sunat ditetapkan tanggal 22 April 2011 untuk Athhar dan Arka sunat. Mas Arka ikut ingin di sunat juga, katanya “masa aku kalah sama adek’. Mumpung ada keinginan dari si anak, akhirnya Mas Arka ikut disunat juga.
Pagi-pagi sudah berangkat ke Klinik, yang sunat pertama Mas Arka. nangis kencang banget. Ya Ampun si mas emang lebay dech padahal kan sakitnya pas disuntik aja setelah itu kan obat biusnya bekerja jadi tidak berasa sakit. Lama kelamaan cape juga si mas arka nangis, wong gak berasa sakit, kan pakai laser atau lebih tepatnya elektrocautery.
Giliran Athhar yang disunat Ya Allah tidak tega lihatnya, nangis terus sepanjang disunat dan waktu sunatnya lebih lama disbanding Mas Arka yang hanya butuh waktu 15 menit. Ya Allah beri kekuatan dan kemudahan bagi proses sunat ini, Pak Dokter juga kelihatan kewalahan, katanya penisnya kecil dan karena athar gendut, jadi susah dan sedikit lengket. Selesai di sunat, Pak Dokter malah bilang, ini kemungkinan harus sunat lagi karena kalau setelah sunat tidak ditekan, penisnya bisa masuk/mendelep lagi karena Athhar postur tubuhnya gendut.
Kejadian benar, 3 hari setelah sunat, kami balik lagi ke Dokter. Karena Athhar sakit saat pipis, dan jalan satu-satunya ya harus disunat, karena kulupnya masih panjang. Ya Allah Ya Rabb..beri kesabaran bagi kami. Kesalahan kami harusnya untuk dedek Athar sunat di Rumah Sakit, pakai bius total, jadi lebih rapih hasil sunatnya, tidak pakai sunat 2 kali seperti ini. Maafkan Ibu dan Ayah ya Athhar sayang. Alhamdulillah setelah sunat yang ke dua kalinya semua berjalan normal, pipis Athhar mulai lancar dan tidak panas yang tanpa sebab lagi.
Sudah 3 hari athhar suhu badanyan tidak turun-turun Masih setia diangka 40 derajat celcius. Takut kena DBD atau penyakit yang lain, dibawalah ke Dokter Spesialis Anak di Klinik dekat rumah. Dokter mendiagnosa kalau Athhar kena virus dikelaminnya. Ya Allah virus apa ini dan dokter tidak kasih penjelasan lanjut cuma bilang harus disunat dan besok kalau masih panas cek darah lengkap. Masya Allah bikin kaget lagi nih dokter. Disunat..Ya Allah Athhar masih bayi harus disunat. Sampai rumah langsung browsing mengapa bayi laki-laki harus disunat dan ternyata penyebab terbanyaknya karena fimosis itu.
Hari ke 4 athhar masih panas, atas saran Dokter bawa Athhar ke Lab untuk cek darah lengkap. Mau bawa hasilnya ke DSA yg kemaren males benar, habis kasih penjelasan tidak lengkap. Sorenya kami bawa Athhar ke DSA ke Klinik tempat Athhar lahir. Dibaca lah hasil lab yang ternyata hasilnya Alhamdulillah baik semua, tapi tetap heran kenapa masih panasnya belum turun-turun juga. Lalu saya cerita hasil dari diagnosa dokter kemarin. Setelah saya cerita, bu dokter lalu langsung periksa penis Athhar dan ternyata benar athhar positif fimosis.
Hari untuk prosesi sunat ditetapkan tanggal 22 April 2011 untuk Athhar dan Arka sunat. Mas Arka ikut ingin di sunat juga, katanya “masa aku kalah sama adek’. Mumpung ada keinginan dari si anak, akhirnya Mas Arka ikut disunat juga.
Pagi-pagi sudah berangkat ke Klinik, yang sunat pertama Mas Arka. nangis kencang banget. Ya Ampun si mas emang lebay dech padahal kan sakitnya pas disuntik aja setelah itu kan obat biusnya bekerja jadi tidak berasa sakit. Lama kelamaan cape juga si mas arka nangis, wong gak berasa sakit, kan pakai laser atau lebih tepatnya elektrocautery.
Giliran Athhar yang disunat Ya Allah tidak tega lihatnya, nangis terus sepanjang disunat dan waktu sunatnya lebih lama disbanding Mas Arka yang hanya butuh waktu 15 menit. Ya Allah beri kekuatan dan kemudahan bagi proses sunat ini, Pak Dokter juga kelihatan kewalahan, katanya penisnya kecil dan karena athar gendut, jadi susah dan sedikit lengket. Selesai di sunat, Pak Dokter malah bilang, ini kemungkinan harus sunat lagi karena kalau setelah sunat tidak ditekan, penisnya bisa masuk/mendelep lagi karena Athhar postur tubuhnya gendut.
Kejadian benar, 3 hari setelah sunat, kami balik lagi ke Dokter. Karena Athhar sakit saat pipis, dan jalan satu-satunya ya harus disunat, karena kulupnya masih panjang. Ya Allah Ya Rabb..beri kesabaran bagi kami. Kesalahan kami harusnya untuk dedek Athar sunat di Rumah Sakit, pakai bius total, jadi lebih rapih hasil sunatnya, tidak pakai sunat 2 kali seperti ini. Maafkan Ibu dan Ayah ya Athhar sayang. Alhamdulillah setelah sunat yang ke dua kalinya semua berjalan normal, pipis Athhar mulai lancar dan tidak panas yang tanpa sebab lagi.